web statistics

HUBUNGAN BISNIS dengan IMAN

Blog
Bagikan Artikel Ini

Banyak di antara kita GAGAL karena TAKUT MENCOBA dan TAKUT GAGAL, bukan karena mereka TIDAK CERDAS atau TIDAK PUNYA KESEMPATAN, percaya?

Begini jelasnya.

Pernah dengar menganai istilah Otak Kanan? Kurang lebih salah satu ciri khasnya yaitu lebih suka dengan kecepatan. Lawan dari Otak Kanan yaitu Otak Kiri yang cenderung untuk melakukan analitis dan penuh perhitungan. Tentu saja Otak kiri ini penuh dengan perhitungan dan analisa yang panjang, akibatnya cenderung dengan perlambatan. Setuju?

Bagi penganut aliran Otak Kanan dalam bisnis cenderung menganggap aliran Otak Kiri itu lelet kenapa? Karena banyak pertimbangannya. Begitu juga sebaliknya bagi aliran Otak Kiri cenderung menganggap orang yang menggunakan Otak Kanan dalam bisnis adalah semrawut, tidak rapih, acak-acakan dan tidak berpola.

Ada lagi cara bisnis menggunakan hati, cara bisnis model ini akan banyak menderita sakit hati karena banyak bisnis itu tidak seperti yang diinginkan hatinya. Betul?

Saya mau menyampaikan bahwa Bisnis itu dinamis dan bebas merdeka. Ketiga aliran di atas masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Pertanyaannya adalah...

Mengapa otak di pisah-pisah?

Mengapa juga bisnis memakai hati?

Mengapa kita tidak berpikir berbisnislah dengan IMAN?

Dengan iman semua masalah terselesaikan, baik itu bisnis semrawaut ala otak kanan, lelet ala otak kiri atau penderitaan hati ala bisnis pakai hati. Semua persoalan bisnis dapat terjawab dengan iman, karena dengan iman semua bisnis mengikuti aturan. Dengan keimanan, semua hal kembali kepada Yang Maha Esa, Maka dari itu kita hanya mengikuti proses perjalanan saja. Kebayangkan?

Karena itu, mengapa kita harus takut gagal jikalau sesungguhnya kita hidup di dunia ini menjemput rezeki bukan mencari rezeki?

Rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan. Bila gagal, ya lakukan lagi. Gagal lagi? Ya lakukan lagi dan terus begitu sampai Anda menemukan keahlian Anda dalam keahlian itu. Mari kita belajar pada orang terdahulu seperti..

Thomas Alfa Edison, harus mengalami ribuan kali kegagalan sebelum berhasil menemukan lampu pijar. Ketika ia ditanya, “Mengapa Anda tetap bersemangat untuk melakukan percobaan, padahal telah mengalami ribuan kali kegagalan?” Thomas Alfa Edison menjawab, “Saya tidak pernah mengalami kegagalan satu kalipun, tetapi saya hanya belum menemukan cara yang benar. Setelah ribuan kali mencoba, barulah saya mengetahui cara yang benar.”

Saya membawa nama Thomas Alfa Edison karena sejak SMA beliau adalah salah satu guru saya, terbukti karena dalam buku pelajaran terutama yang berhubungan dengan ilmu-ilmu fisika yang dibaca beliau selalu muncul :D (ketahuan anak IPA).

Lanjut ke benang merah..

Kita harus yakin bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 menyatakan, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan (al-‘usr) ada kemudahan (yusran). Sungguh, bersama kesulitan (al-‘usr) ada kemudahan (yusran).” (QS. Al-Insyirah [94]: 5 – 6). Kata al-‘usr (kesulitan) pada dua ayat tadi menggunakan alif lam ma’rifat, sedangkan kata yusran tidak menggunakan alif lam ma’rifat. Ini bermakna kesulitan pada ayat lima dengan kesulitan pada ayat enam adalah kesulitan yang sama. Sedangkan, kemudahan pada ayat lima berbeda dengan kemudahan pada ayat enam. Itu artinya,bersama satu kesulitan terdapat banyak kemudahan. Wallahu A'lam bish-shawab

Bersama seratus kegagalan ada seratus keberhasilan. Tinggal pilih mana dulu yang ingin kita alami. Gagal dulu atau berhasil dulu?

Yang paling logis adalah habiskan kegagalan untuk meraih kesuksesan sejati. Tugas kita adalah terus berusaha tak kenal lelah dan putus asa. Maka, Allah akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita. Ini adalah jaminan Allah SWT. Yuk YAKIN!

Tidak perlu alergi terhadap kegagalan? Jangan takut gagal. Saya sering share dalam akun facebook pribadi ( Yadi Mulyadi ) untuk mengajak banyak orang donasi hewan Qurban lewat SUPERQURBAN. Karena Saya hafal betul lewat cara itu banyak manfaat yang diterima oleh pequrban juga orang yang menerima Qurban. Kenapa tidak? Karena orang yang menerima Qurban Anda adalah mereka yang berada di pinggiran daerah atau pulau-pulau terpencil dan memang orang yang benar – benar membutuhkan, bahkan mereka yang belum merasakan nikmatnya daging. Kenapa bisa begitu? Jelas bisa begitu karena penyalurannya sampai pelosok Negeri. Persoalan ada yang banyak Donasi atau tidak itu urusan Allah, yang jelas saat ada yang donasi artinya saya berhasil, saat tidak ada yang donasi saya tidak di sebut GAGAL. Karena saya dapat pahalanya, Aamin (mohon doa di komentar ya).

Kembali ke benang merah..

Satu hal yang selalu saya tekankan yaitu:
Bila Anda TAKUT AKAN GAGAL berarti Anda TIDAK BERIMAN, kalau anda TIDAK MENCOBA berarti anda BUKAN ORANG BERIMAN. Demikian kurang lebih.

Dua Rumus Bangkit dari KEGAGALAN, yang selama ini Saya yakini:
>> Yakin bersama satu KEGAGALAN terdapat banyak jalan KESUKSESAN.
>> Ambil PELAJARAN dan BANGKIT lagi.

Salam Sukses

Tulisan : Yadi Mulyadi

Bagikan Artikel Ini

RELATED POST

0 komentar untuk "HUBUNGAN BISNIS dengan IMAN"

TIPS BISNIS PRAKTIS ANDA

*Kami Sangat Menjaga Kerahasian Data Anda
Scroll